Top Ad unit 728 × 90

Breaking News

recent

Rehabilitasi Terumbu Karang untuk Kelestarian Laut

Apakah Terumbu Karang itu?

Terumbu karang merupakan bangunan kapur (CaCO3) atau kalsium karbonat yang merupakan buah karya antara hewan karang dan tumbuhan bersel satu yang dinamakan dengan zooxanthelae. Jadi, terumbu karang merupakan rumah bagi mereka berdua.

Jadi, Terumbu Karang itu hewan atau tumbuhan?


Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terumbu adalah bangunan yang terbuat dari kerangka kapur. Sedangkan karang itu sendiri merupakan hewan. Jadi, terumbu karang merupakan satu kesatuan rumah yang didominasi oleh hewan karang.

Lalu, kenapa terumbu karang itu warnanya beragam?


Telah diketahui jika hewan tidak memiliki zat penghasil warna. Hanya tumbuhanlah yang memiliki kemampuan untuk itu. Zat warna ini dihasilkan oleh bagian sel yang bernama kloroplas. Sehingga dengan banyaknya ragam warna yang terlihat pada terumbu karang dapat dibuktikan jika terumbu karang tidak hanya hewan saja yang mendiaminya, melainkan kerabat dekat nya tumbuhan (algae) pun turut membantu segala kinerja dari hewan karang. Ujud dari bantuan algae yang dalam hal ini adalah algae sel satu adalah dengan mendepositkan makanan yang dihasilkan dari proses fotosintesa sebagai pajak atas tumpangannya pada terumbu karang. Makanan dari si algae inilah yang kemudian digunakan hewan karang untuk asupan energinya untuk membangun rumah (kerangka kapur). Konon, hampir 50% jumlah energi tersebut dari deposit algae sel satu tersebut.


Gambar 1. Terumbu karang dari jenis Acropora sp ini, merupakan salah satu terumbu yang indah untuk dipandang

Apakah yang memiliki terumbu dan algae sel satu hanya terumbu karang saja?

O tidak. Bangunan terumbu yang terdiri dari zat kapur dapat ditemukan pada hewan laut lain yang memiliki bangunan yang terdiri kapur juga. Hewan ini adalah kerang (Kima Tridacna sp) ataupu keong. Sedangkan algae sel satu dapat ditemukan pada kerabat terumbu karang lain, seperti karang lunak (Sarcophyton sp), KerangTridacna gigas, T. squamosa, atau Tridacna lainnya. Ciri khas adanya algae sel satu adalah bahwa permukaan tubuh hewan memiliki ragam warna jika dibandingkan antara satu dengan yang lain.


Gambar 2. Kima atau Tridacna sp, merupakan contoh bangunan kapur non karang dan juga di kima dapat ditemukan algae sel satu zooxanthelae pada permukaan ‘daging’nya.

Bagaimana dengan Transplantasi karang itu sendiri?


Transplantasi terumbu karang merupakan salah satu metode untuk memperbanyak jumlah terumbu karang dengan cara cepat. Caranya adalah dengan mengambil fragmen terumbu karang, lalu menempelkan pada substrat yang telah disediakan. Umumnya substrat yang dipakai merupakan blok semen+pasir. Kemudian fragmen terumbu atau bibit karang itu diikat pada substrat tersebut. Kegiatan transplantasi karang merupakan salah satu kegiatan untuk merehabilitasi karang pada wilayah terumbu karang yang telah mengalami kehancuran.



Gambar 3. Bibit karang yang disusun pada rak dan dilekatkan pada substrat buatan.

Apakah setelah itu bisa tumbuh?

O, tidak semudah itu. Kegiatan transplantasi itu sendiri tidak hanya pada proses pemindahan bibit dan pengikatan pada substrat saja, melainkan juga menyangkut tentang perawatannya. Perawatan ini ditujukan pada pembersihan substrat buatan karang dari gangguan makhluk lain yang memiliki pertumbuhan lebih cepat, seperti makro algae atau biota pengganggu lain. Untuk pertumbuhan karang hasil transplantasi itu sendiri tergantung pada jenis ataupun bentuk pertumbuhan karang. Bentuk pertumbuhan bercabang relatif lebih cepat dibandingkan dengan bentuk pertumbuhan massive (bulat padat). Dari hasil penelitian yang ada, ternyata bentuk bercabang jika dirawat selama kegiatan transplantasi dapat tumbuh 5 – 9 cm per tahun, sedangkan bentuk pertumbuhan massive hanya 1 – 2 cm per tahunnya.


Gambar 4. Rangkaian perawatan hasil transplantasi karang merupakan kegiatan wajib untuk mendapatkan hasil optimal bagi kegiatan rehabilitasi terumbu karang.

OK !!!

Yah, seiring dengan berlalunya waktu, kegiatan transplantasi kini telah dikembangkan untuk pembudidayaan karang-karang hias yang nilai ekonomis tinggi bagi para pembudidaya di wilayah pesisir. Sekarang karang hias hasil budidaya telah banyak di ekspor baik lokal maupun internasional. Hal ini membuat para pembudidaya mengembangkan program F2 atau F3. Filial (F) merupakan keturunan dari hasil budidaya. Pada F1 merupakan hasil transplantasi dari Parental (P) alami yang kemudian dijadikan sebagai P1 untuk induk hasil transplantasi. F1 atau P1 inilah yang kemudian akan diperbanyak melalui transplantasi secara berkesinambungan.

foto kredit : fda widodo doc. dan Bapak Surya Saputra

Rehabilitasi Terumbu Karang untuk Kelestarian Laut Reviewed by andi msc on 01.13 Rating: 5

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by Article of the day © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Designed by Sweetheme

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.